image description
image
  • 2024-12-11 16:00:00
  • Chindya Paramitha Devi
  • 2504
  • Kegiatan Mahasiswa
Eksplorasi Porang dan Suweg sebagai Superfood Lokal yang Kaya Manfaat

Umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) dan umbi porang (Amorphophallus muelleri) termasuk dalam famili Araceae, merupakan tanaman umbi-umbian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif di Indonesia dalam rangka diversifikasi pangan, meskipun hingga kini belum banyak dibudidayakan secara komersial. Umbi suweg dan porang kaya akan karbohidrat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tepung atau pati. Berikut perbedaan morfologi antara suweg dan porang: 


Tabel 1. Perbedaan Karakteristik Suweg dan Porang


Pada suweg dan porang tersimpan berbagai jenis nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh, yang mana dalam suweg dan porang sama-sama terdapat kandungan glukomanan dan asam oksalat dengan kadar yang tinggi. Glukomanan adalah serat polisakarida yang larut dalam udara dan merupakan komponen hemiselulosa pada dinding sel tumbuhan. Senyawa ini terdiri dari residu mannosa yang diekstraksi dari berbagai sumber tanaman seperti umbi-umbian, akar, dan kayu lunak. Senyawa glukomanan memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk membantu mengontrol kadar gula darah, mengurangi risiko kanker, dan meringankan hingga mengatasi sembelit. Selain itu, glukomanan berpotensi untuk mengontrol kolesterol, memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, serta dapat digunakan sebagai suplemen perekat biologi dan bahan dalam implan medis. Zat glukomannan ini juga bermanfaat sebagai bahan perekat, mie, konyaku-jelly, perekat tablet, pembungkus kapsul, penguat kertas, bahan peledak, kosmetik dan pembersih (Ekowati, Yanuwiadi, & Azrianingsih, 2015). Porang (Amorphophallus muelleri) merupakan tanaman umbi-umbian yang memiliki potensi besar, karena memiliki kandungan glukomanan yang tinggi sebesar 39,29%-58,72% (Mukkun dkk, 2022) dalam (Sambodo, Efendi, Putri, & Alisah, 2024). 


Asam oksalat adalah senyawa organik alami yang sering di temukan dalam tumbuhan, salah satunya ada pada umbi porang dan suweg. Senyawa ini berbentuk kristal kalsium oksalat yang tidak larut dalam air dan memiliki rasa yang tajam dan getir. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa senyawa oksalat dalam tanaman dapat berkurang dengan proses perendaman, pencucian dan proses pengolahan makanan seperti perebusan. Perendaman umbi dengan larutan asam sitrat, asam klorida, dan natrium klorida dilaporkan dapat mengurangi kadar oksalat dalam umbi suku Araceae (Lukitaningsih, Rumiyati, Puspitasari, & Christiana, 2012). Suweg dan porang mengandung berbagai komponen penting yang terbagi menjadi makronutrien dan mikronutrien. Kandungan makronutrien pada 100 gram suweg meliputi energi 74 kkal, protein 1,4 g, lemak 0,1 g, dan karbohidrat 17,2 g. Untuk komponen mikronutrien pada 100 gram suweg meliputi air 80,1 g, serat 1,4 g, abu 1,2 g, kalsium 42 mg, fosfor 46 mg, besi 1,3 mg, natrium 7 mg, kalium 400,0 mg, tembaga 0,10 mg, seng 0,1 mg, B-Kar 24 mcg, Kar-Total 254,0 mcg, thiamin 0,04 mg, niasin 0,4 mg, Vitamin C 2 mg dengan BDD 86%. Sedangkan komponen zat gizi dalam porang terkandung pati sebesar 76.5%, protein 9.20%, serat 25%, lemak 0,20% (Masniawati, Johannes, Magfira, & Tuwo, 2023). Menurut Naufali dan Putri (2022) dalam umbi porang juga terkandung air 80,01%, dan kadar abu sebesar 0,83%. Suweg juga diketahui mempunyai potensi untuk mencegah beberapa penyakit degeneratif, seperti jantung koroner, melalui mekanisme penurunan kolesterol dalam darah, yang berkaitan dengan kadar serat yang cukup tinggi dan kemampuannya mengikat kolesterol setara dengan kandungan oat instan di dalamnya. Selain itu, suweg juga memiliki indeks glikemik kurang dari 55 dan bisa menekan peningkatan kadar gula darah, sehingga cocok bagi penderita diabetes mellitus (Isnaini & Novitasari, 2020). Salah satu pemanfaatan umbi porang di bidang pangan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengikat, pengental, pembentuk tekstur, dan pengenyal dalam pembuatan makanan (Hasni, Nilda, & Riska Amalia, 2022). Selain itu, tanaman porang dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan sebagai eksipien sediaan farmasi serta alternatif diet bagi penderita obesitas dan diabetes melitus tipe 2 (Sutriningsih & Lukita Ariani, 2017). Di masyarakat secara umum sudah ada yang mengolah suweg dan porang menjadi bahan baku alternatif berupa tepung. Selain diolah menjadi produk tepung, suweg dan porang juga bisa dimodifikasi menjadi makanan yang lezat dan kaya akan zat gizi. Berikut ini beberapa olahan produk yang dapat di buat dari umbi suweg dan porang :  

Tabel 2. Pemanfaatan Suweg dan Porang pada Berbagai Produk Pangan dan Obat


Menurut (Satriawan & Suwardji, 2023), suweg banyak di temukan di wilayah Semarang Barat, tepatnya Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan. Harga suweg di Kabupaten Semarang saat ini berkisar antara Rp2.500 hingga Rp4.000/kg untuk kondisi basah. Dalam Portal Berita Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dijelaskan bahwa sentral penghasil porang di Kabupaten Semarang terletak di beberapa lokasi, utamanya di Desa Tukang, Kecamatan Pabelan. Di desa ini, petani berhasil memanen hingga 70 ton umbi porang per hektar dalam sekali panen. Selain Desa Tukang, pengembangan tanaman porang juga berlangsung di kecamatan lain, seperti Tuntang dan Banyubiru. Kisaran harga porang di Kabupaten Semarang saat ini berkisar antara Rp7.000 hingga Rp7.500/kg. Namun, harga tersebut dapat bervariasi bergantung pada faktor-faktor seperti kualitas umbi dan permintaan pasar. 


Penulis: Umi Lailatun Nikmah (mahasiswi semester 3 Program Studi S1 Gizi Universitas Ngudi Waluyo)


Referensi:

Ekowati, G., Yanuwiadi, B., & Azrianingsih, R. (2015). Sumber Glukomanan dari Edible Araceae Di Jawa Timur. Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development, 32-. 

Hasni, D., Nilda, C., & Riska Amalia, J. (2022). Kajian Pembuatan Mie Basah Tinggi Serat dengan Substitusi Tepung Porang dan Pewarna Alami. Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian, 31-41. 

Isnaini, Y., & Novitasari, Y. (2020). Regenerasi Tunas Suweg (Amorphophallus paeoniifolius (Dennst.) Nicolson) pada Berbagai Konsentrasi BAP dan NAA dengan Kondisi Penyimpanan Terang dan Gelap. Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences, 94-105. 

Lukitaningsih, E., Rumiyati, Puspitasari, I., & Christiana, M. (2012). Analysis Of Macronutriencontent, Glycemic Index And Calcium Oxalate Elimination In Amorphophallus campanulatus (Roxb.). Jurnal Natural, 1-8. 

Masniawati, A., Johannes, E., Magfira, & Tuwo, M. (2023). Analisis Glukomanan Umbi Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) dari Beberapa Daerah di Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 1-10. 

Naufali, M. N., & Putri, D. A. (2022). Potensi Pengembangan Porang sebagai Sumber Bahan Pangan di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Biofoodtech: Journal of Bioenergy and Food Technology, 65-75. 

Sambodo, D. K., Efendi, Y. N., Putri, O. K., & Alisah, P. (2024). Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Krim Ekstrak Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume). Journal homepage: jofar.afi.ac.id, 78-85. 

Satriawan, A., & Suwardji. (2023). Pengetahuan Terhadap Upaya Pemanfaatan Umbi Suweg Sebagai Diversifikasi Makanan Masyarakat Perkotaan. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 262-267 . 

Sutriningsih, A., & Lukita Ariani, N. (2017). Efektivitas Umbi Porang (Amorphophallus oncophillus) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Militus. Jurnal Care, 48-58. 

https://jatengprov.go.id/beritadaerah/petani-porang-desa-tukang-raup-ratusan-juta-rupiah-sekali-panen/ 

Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 

Sumber Foto : https://www.kompas.com/food/read/2021/08/14/113300975/4-beda-porang-dan-suweg-dari-warna-hingga-pengolahan



Kategori

Program Studi S1 Gizi

  • Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
  • Tel: 085641314969
  • Fax: (024)-6925408
  • Email: gizi@unw.ac.id

SOSIAL MEDIA


UNIVERSITAS NGUDI WALUYO © Program Studi S1 Gizi 2023